Penyakit diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oelh adanya gangguan system metabolisme. Di Indonesia, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Banyak asumsi dan opini masyarakat yang terjadi pada penyakit. Apakah asumsi dan opini di kalangan masyarakat itu benar?

Pada pembahasan ini akan dibahas mengenai mitos dan fakta seputar diabetes. Pernyataan pertama yang sering muncul di kalangan masyarakat Indonesia bahwa diabetes hanya diderita oleh orang yang mengalami obesitas. Apakah pernyataan tersebut benar, mari simak ulasan mitos atau fakta sebagai berikut.

  1. Diabetes hanya menyerang orang obesitas

Ketika melihat orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, tidak jarang masyarakat langsung menilai orang ini akan menderita penyakit diabetes, dan ketika melihat orang yang kurus adalah orang yang sehat. Pernyataan tersebut sering terdengar di kalangan masyarakat. Pernyataan tersebut merupakan mitos. Mengapa mitos?, karena walaupun obesitas merupakan salah faktor resiko terjadinya diabetes, masih banyak faktor lain yang menyebabkan penyakit ini. Jadi orang kurus bisa saja mengalami diabetes, jika dirinya memiliki faktor resiko lain, seperti faktor usia atau genetik. Sekedar informasi lemak viseral yang berada pada perut Anda, bisa memproduksi senyawa inflamasi yang mempengaruhi kinerja hati dan pankreas. Pada akhirnya dapat mempengaruhi sensitifitas pada insulin. Jika Anda ingin mencegah terjadinya diabetes, jagalah berat badan secara ideal.

  1. Jika orang tua terkena diabetes, maka anak akan terkena diabetes juga

Pertanyaan kedua ini paling sering ditanyakan, pertanyaan tersebut adalah mitos. Mengapa mitos?, tidak semua orang tua yang menderita diabetes pasti memiliki anak yang menderita diabetes. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya diabetes. Pertama, Anda bisa mengatur pola makan, selanjutnya lakukan olahrga secara teratur agar berat badan tetap ideal, lakukan screening diabetes mualai usia 45 tahunatau lebih muda, jika Anda memiliiberat badan yang berlebihan.

  1. Mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak gula menyebabkan diabetes.

Pernyataan diatas merupakan mitos. Mengkonsumsi gula tidak secara langsung menyebabkan Anda menderita diabetes. Diabetes adalah penyakit multi faktor yang dipengaruhi oleh genetik, lingkungan serta pola hidup.

  1. Penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi gula sama sekali

Pernyataan ini juga termasuk mitos dalam penyakit diabetes. Konsumsi gula memang dapat meningkatkan kadar gula darah, tetapi bukan berarti penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi sama sekali gula. Konsumsi gula masih diperbolehkan, asal terukur dan dibarengi dengan pola makan seimbang dan sehat.

  1. Semua penderita diabetes perlu terapi insulin

Mendengar kata diabetes, tentunya di kalangan masyarakat Indonesia mengaitkan dengan terapi insulin. Faktanya pernyataan ini merupakan pernyataan yang salah. Tidak semua penderita diabetes memerlukan insulin. Pada tahap awal penyakitnya, penderita diabetes bisa saja hanya memerlukan perubahan pola hidup, olahraga terartur, atau hanya minum obat-obatan saja. Seiring berjalannya waktu, dan perubahan kondisi diabetes bisa saja penderita saat ini tidak memerlukan insulin, dan kemudian hari memerlukan insulin.

  1. Terapi insulin pada diabetes tipe 2 bisa meningkatkan berat badan

Pernyataan diatas adalah fakta, pada terapi pertama terapi insulin beberapa penderita diabetes akan mengalami peningkatan berat badan. Tetapi jangan khawatir, Anda bisa mengatur pola makan dan olahraga yang terartur agar berat badan tetap ideal.

  1. Sering mengantuk tandanya seseorang terkena diabetes mellitus

Pernyataan diatas adalah mitos. Sering mengantuk merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh penderita diabetes, ada beberapa faktor yang menyebabkan keluhan ini, misalkan adanya gangguan pada sistem metabolisme atau kualitas tidur . Tetapi sering mengantuk bukanlah tanda utama penderita diabetes, Anda harus mengetahui tanda-tanda khas dari penyakit diabetes, seperti sering merasa haus meskipun minum sudah cukup, merasa lapar meskipun maka sudah cukup, sering merasa Lelah, mudah buang air kecil di malam hari, terjadinya penurunan berat badan yang tanpa diketahui sebabnya.

  1. Penderita diabetes dietnya berbeda-beda setiap individu

Pernyataan tersebut merupakan fakta. Karena tidak ada aturan diet yang sama pada setiap penderita diabetes. Jadi setiap individu yang mengalami diabetes dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter ataupun ahli gizi untuk mendapatkan menu yang tepat sesuai kondisi penderita. Terdapat salah satu menu yang dapat digunakan penderita diabetes untuk mengontrol diabetes, yaitu pola makan Mediterania. Pola makan ini merupakan pola makan yang mengkonsumsi biji-bijian, sayur-sayuran, lemak sehat, serta konsumsi protein yang rendah lemak. Anda juga dapat mengkonsumsi kolagit pada program diet. Dikarenakan kolagit aman dikonsumsi pada saat menjalani diet diabetes.

  1. Sering minum obat diabetes dapat merusak ginjal

Perrnyataan tersebut adalah mitos. Banyak masyarakat yang beranggapan mengkonsumsi obat diabet dapat menyebabkan gangguan ginjal. Faktanya kerusakaan pada ginjal disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi . Memang berbagai macam obat diabetes memiliki beberapa efek samping. Dengan berkonsultasi dengan dokter, efek samping dapat dimonitor dengan baik. Tetapi Anda juga bisa mengkonsumsi herbal seperti kolagit. Produk ini meupakan herbal buatan anak bangsa yang diklaim dapat menurunkan kadar gula, dan tidak berbahaya jika dikonsumsi secara rutin.

  1. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak didunia

Pernyataan diatas adalah fakta. Meskipun Indonesia bukanlah negara dengan peringkat pertama dalam kasus diabetes. Tetapi sudah lebih dari 10 juta orang mengalami penyakit ini dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dan setiap 6 hari sekali, 100 orang meninggal karena penyakit ini.

Setelah menyimak ulasan diatas, Anda sudah mengetahui pernyataan yang termasuk mitos atau fakta. Semoga bermanfaat.